Wow, Mahasiswa dan Polisi Saling Lapor

Rabu, 27 April 2016 11:08:21 757
Wow, Mahasiswa dan Polisi Saling Lapor
Ilustrasi

PEKANBARU, Inforiau - Kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan beberapa oknum mahasiswa terhadap seorang oknum polisi berinisial AKP D, saat kedatangan Komisioner KPK ke Universitas Islam Riau (UIR), Senin (25/4/2016) masih terus bergulir.

Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Sugeng Putut Wicaksono SIK, Selasa (26/4/2016) mengatakan, bahwa insiden antara oknum mahasiswa dan polisi ini dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus memperpanjang masalah.

"Yang bersangkutan (D) juga sudah meminta maaf, seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Karena mahasiswa melapor, dia juga melapor atas dugaan pengeroyokan," kata Putut.

Putut menuturkan, fakta di TKP, oknum mahasiswa itu memaksa masuk untuk memberikan petisi yang sebenarnya tidak ada dalam agenda acara. Anggota di sana bertugas untuk pengamanan.

"Anggota kita di sana ditugaskan untuk pengamanan, jadi oknum mahasiswa yang ingin memberikan petisi ini dicegat karena tidak ada dalam agenda dan mengganggu acara," tutur Putut.

Saat itulah, anggota terlibat adu mulut dengan mahasiswa. Ketika hampir dikeroyok, D membela diri dengan meludah ke arah mahasiswa yang akan mendekatinya.

"Sangat disayangkan, seharusnya insiden ini bisa diselesaikan baik-baik. Kenapa harus diperpanjang, anggota kita juga sudah meminta maaf," imbuhnya.

Berkaca dari kejadian ini, Waka meminta agar para mahasiswa dapat mengevaluasi diri, bagaimana cara menyampaikan aspirasi dengan santun. "Jangan paksakan kehendak, kalau waktu dan tempatnya tidak pas," tukas Waka.

Seperti diketahui, Presiden Mahasiswa UIR Firka Maulana mengaku diludahi perwira polisi yang bertugas di Polsek Bukit Raya berinisial AKP D. Kejadian itu dialami Firka saat dia dan teman mahasiswa lainnya ingin mengantarkan sebuah petisi kepada Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Pol Basaria Panjaitan di kampus UIR, Senin (25/4).

"Meski dia (AKP D) sudah meminta maaf, saya tetap menempuh ke jalur hukum atas perbuatan yang tidak pantas tersebut," ujar Firka di Mapolda Riau.

Kunjungan Irjen Basaria ke kampus UIR di Pekanbaru itu dalam kegiatan Seminar 'Perempuan Melawan Korupsi'. AKP D yang mendapat tugas pengamanan bersama anggota polisi lainnya pun siaga mengawalnya.

Firka menjelaskan, perbuatan AKP D terhadapnya terjadi di Pos Satpam Fakultas Hukum, kampus UIR. "Saat itu, saya bersama teman mahasiswa lainnya ingin mengantarkan petisi kepada Wakil Ketua KPK Irjen Pol Basaria Panjaitan setelah pelaksanaan seminar tadi. Tapi dihalangi sama mereka (polisi)," ujar Firka.

Mendapat aksi penghalangan dari polisi, para mahasiswa tidak terima hingga terjadi adu mulut dan keributan kecil. Namun, salah seorang polisi menurut Firka, emosi terhadapnya sehingga dia diludahi.

"Kami bukan ingin demonstrasi kok, malahan satu hari sebelumnya kami sudah bertemu Kasat Intel Polresta Pekanbaru. Hanya saja kami ingin memberikan petisi, itu saja. Namun ternyata pak D ini bersikap lain, saya diludahi oleh dia," kata Firka.

Di Mapolda Riau, terlihat puluhan mahasiswa turut serta dalam membuat laporan yang termuat dalam nomor surat STPL/253/IV/2016/SPKT/RIAU tersebut. Mahasiswa yang bergerak dari Kampus UIR di Marpoyan bergerak menuju Mapolda Riau menggunakan satu unit bus.

Sementara itu, Mirwansyah rekan pelapor berharap agar Polda Riau dapat memproses perwira polisi yang dinilai melakukan tindakan tidak terpuji itu, terlebih lagi aksi itu dilakukan di Kampus UIR.

"Kami tidak akan berhenti pada laporan dugaan tindak pidana perilaku tidak menyenangkan saja, melainkan juga akan melaporkan ke Bidang Propam Polda Riau atas etika oknum tersebut," kata Mirwansyah. IR86/GR/MER

KOMENTAR