Berwisata ke Rantau Bais, Rokan Hilir

Kamis, 22 Desember 2016 09:20:29 1135
Berwisata ke Rantau Bais, Rokan Hilir
Rantau Bais

BAGANSIAPIAPI, inforiau - Desa Rantau Bais memang keren. Hampir tiap tahun, desa tua yang berpenduduk 3.797 jiwa tersebut, selalu mempercantik diri. Salah satu tempat menarik yang layak dikunjungi adalah Pulau Tilan. Eits.., tunggu dulu! Bukan hanya pulaunya yang kita singgahi, tapi ada yang lebih menarik disana, keindahan sungai serta ketenangan serta keramahan penduduknya. Bagi yang muslim, coba saja ikut suluk untuk belajar hidup disiplin serta menyucikan qalbu untuk membebaskan jiwa dari dominasi jasadiyah dan keduniawian dibawah bimbingan seorang mursyid sejati.


Desa Rantau Bais desa yang terletak paling utara berbatasan langsung dengan Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis. Walaupun begitu, disini juga terdapat banyak sekali tempat menarik yang layak kita kunjungi, seperti yang sudah dirangkum dibawah ini,

Pulau Tilan
Nah, siapa yang tidak tahu tentang objek wisata satu ini. Kini Pulau Tilan sudah menjadi ikon tempat wisata di kabupaten Rokan Hilir. Diatas pulau tilan, pemerintah daerah sudah membangun tempat pesanggarahan dan Gazebo bagi pengunjung yang kelelahan usai mengelilingi pulau seluas 500 Ha. Bahkan, pemuda setempat sudah menyediakan motor sewaan yang tidak kuat berjalan kaki untuk menikmati pulau dengan hutan yang masih asri yang hidup ratusan satwa yang dilindungi. Jangan khawatir untuk menyebrang, karena aparat didesa itu sudah menyediakan perahu yang bisa mengangkut 100 orang penumpang menuju pulau impian.

Sungai Rokan
Salah satu spot populer disini adalah Sungai Rokan. Sungai yang mengalir sepanjang desa Rantau Bais secara umum bisa dikatakan sebagai penyangga kehidupan masyarakat di wilayah itu. Tidak hanya berkaitan dengan mata pencaharian, tapi juga menyangkut budaya dan sejarah didesa yang konon pernah disinggahi oleh Tuanku Tambusai dan para Ulama dari Aceh. Terbukti, hingga saat ini didesa itu terdapat makam ulama dari Aceh. Pinggiran Sungai Rokan awal mula kehidupan masyarakat. Pagi dan sore hari, mereka melakukan aktifitas disungai tersebut. Sungai ini juga merupakan sarana perhubungan terutama bagi penduduk yang berada di sepanjang alirannya. Juga merupakan lumbung menangkap ikan bagi nelayan tempatan. Biasanya, setelah lebaran, penduduk desa itu mengadakan acara lomba sampan lopap sebagai bentuk rasa cinta dengan sungai Rokan serta melepas kerinduan setelah lama tidak berkumpul dengan sanak saudara.

Rumah Suluk
Jangan heran, seandainya mendekati magrib menjelang isya, anda bakalan tidak melihat anak anak maupun orang tua keluyuran. Mereka kebanyakan bergegas menuju mushalla maupun mesjid berdekatan. Apalagi saat bulan puasa, keseharian warganya yang mayoritas muslim lebih banyak menghabiskan waktu dengan mendekatkan diri kepada Allah. Nuansa religious sangat kental karena desa itu juga terdapat rumah suluk. Menurut penuturan Tuanku Guru Khalifah Muhammad Khatib didampingi Kalifah Rozali, desa Rantau Bais dulunya pernah disinggahi ulama dari Aceh dalam rangka menyiarkan agama Islam.
Itulah sekelumit tentang tempat wisata didesa Rantau Bais. Namun tidak kalah menariknya, ternyata nama pulau Tilan menurut versi cerita kalifah Rozali, adalah sejenis Ikan mirip belut yang mempunyai gigi tajam. Disaat ikan itu menggrogoti tanah, terbentuklah alur parit dan lama kelamaan menjadi lebar sehingga terbentuklah sungai. ***

KOMENTAR