Ini Kata Wapres Yusuf Kalla terkait Persoalan Papua di Padang

Selasa, 03 September 2019 13:44:09
Ini Kata Wapres Yusuf Kalla terkait Persoalan Papua di Padang
Wakil presiden yusuf kalla di Padang

PADANG,KANALSUMATERA.com -- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan soal pembangunan infrastruktur di Papua yang digenjot pemerintahan Presiden Joko Widodo nyatanya belum bisa memberikan harmonisasi pada bumi Cenderawasih itu.

"Selain pembangunan, semestinya ada nilai saling menghargai untuk mewujudkan harmonisasi yang diinginkan di tanah Papua," kata Yusuf Kalla saat silaturahim bersama Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan tokoh masyarakat se-Sumatera Barat di Grand Inna Padang Hotel, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, (2/9/2019).

Menurutnya, pola pikir kalau Papua dibuai dengan pembangunan insfrastruktur akan dapat mewujudkan pemerataan. Namun, yang terjadi nyatanya belum bisa teralisasikan meskipun anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit mengingat kondisi Papua yang saat ini justru masih bisa terjadi kerusuhan.

"Tapi ternyata di Papua, infrastruktur dibangun dengan sangat sulit karena pegunungan dan sebagainya, tidak menambah atau malah tidak memberikan sesuatu hasil yang kita harapkan untuk memberikan pemerataan, harmonisasi, dan juga kesejahteraan yang baik untuk masyarakat," kata JK

JK menerangkan bahwa hal tersebut dapat terjadi dengan berbagai macam kemungkinan. Salah satu alasan yang dijelaskan ialah yakni bagaimana cara pemerintah melayani masyarakat namun belum bisa memuaskan. Sehingga yang terjadi ialah malah ketidakadilan yang dirasakan di tengah-tengah masyarakat semisal adanya kesenjangan yang bisa merangsang perasaan ketidakadilan.

Selain itu, menurut JK pentingnya saling menghargai antar masyarakat untuk dapat mewujudkan keharmonisasian yang diinginkan.

JK menyinggung soal diksi rasis yang dilontarkan saat sejumlah organisasi masyarakat (ormas) saat mengepung asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu. Akibatnya, terjadi pembelaan dari masyarakat Papua yang turun ke jalan untuk menggelar aksi damai akan tetapi sebagian besar berujung kepada kerusuhan.

"Suatu letupan yang kita kenal semua selalu dipersoalkan kata monyet di situ. Juga pada saat 2-3 tahun lalu terjadinya demo besar di Jakarta juga karena satu kata Al Maidah," kata dia.

"Jadi artinya kita sendiri harus menjaga perasaan masing-masing untuk menjaga keharmonisan bangsa ini. di samping juga kita harus mengetahui masalah yang timbul di daerah ini dan di daerah-daerah yang lain," tutupnya. (RI/suara.com)

KOMENTAR