Kadinsos Minta Jangan Dikucilkan

Senin, 15 Februari 2016 22:20:01 1062
Kadinsos Minta Jangan Dikucilkan
Pekanbaru, inforiau.co - Setelah diberikan pembinaan dan pembekalan, Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Riau melakukan serah terima 50 warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) kepada dinsos kabupaten/kota yang ada di Riau. 
 
Sesampainya eks Gafatar di daerah nantinya, masyarakat pun diimbau agar tidak mengucilkan mereka.
 
"Setelah seminggu dibina oleh Dinsos Riau, kini kami serahkan kepada dinsos masing-masing kabupaten untuk membina warga eks Gafatarnya. Masyarakat jangan mengucilkan mereka," papar Kadinsos Riau, Syarifuddin, Senin (15/2) di Pekanbaru.
 
Ia meminta agar rombongan tersebut tidak disebut lagi sebagai eks Gafatar namun dianggap sebagai masyarakat seperti pada umumnya. Rencananya, eks Gafatar tersebut akan diberdayakan oleh dinsos kabupaten/kota melalui pendataan ulang dan pembinaan.
 
"Jangan sebut eks Gafatar lagi, mereka sekarang keluarga besar kita. Nantinya dinsos kabupaten/kota yang akan melakukan pembinaan. Tentunya akan dilakukan pendataan profesi, keahlian dan latar belakangnya agar bisa dicarikan pekerjaan," ujar Syarifuddin.
 
Lanjut Syarifuddin, pemerintah pusat menginstruksikan agar eks Gafatar dibina secara profesional agar dapat disalurkan dan diberdayakan hingga ketaraf nasional.
 
"Bagaimana pembinaannya, itu daerah yang jauh lebih tahu. Kalau untuk taraf nasional seperti yang diminta pemerintah pusat, tentunya melalui registrasi daerah," katanya.
 
Untuk diketahui, 50 orang eks Gafatar tersebut dipulangkan ke 3 kabupaten/kota, yaitu 41 orang asal Pekanbaru, 2 orang asal Kabupaten Indragiri Hulu, dan 7 orang dari Kabupaten Kampar.
 

Perpanjang Pakai Rusunawa

Sementara itu Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru, meminta waktu sepekan lagi kepada pengelola Rusunawa di Jalan Mekar Sari, TangkerangC, belakang Kantor DPRD Riau, agar gedung tersebut digunakan warga Pekanbaru, anggota Gafatar.
 
Kepala Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Pekanbaru, Chairani mengatakan, ke-41 anggota Gafatar dari Kota Madani ini masih akan ditempatkan selama sepekan mendatang di Rusunawa untuk mendapatkan pengarahan lanjutan dari Pemko Pekanbaru.
 
Pengarahan itu, tutur mantan Camat Tampan ini, nantinya merupakan penguatan keyakinan supaya mereka tak kembali lagi kepada keyakinan lama.
 
"Kita akan lakukan pemantapan materi kerohanian, seperti yang dilakukan Pemprov Riau selama seminggu ini," ujar Chairani kepada wartawan, Senin (15/2).
 
Rencana awal, jelasnya, ke-41 anggota Gafatar itu langsung dikembalikan ke tempatnya masing-masing. Namun, Chairani khawatir jika dilpaskan sekarang mereka belum cukup kuat pondasi keyakinannya.
 
Sebanyak 41 anggota Gafatar, 18 di antaranya merupakan anak-anak. Sebagian besar pengikut Gafatar, jelasnya, berdomisili di Kecamatan Marpoyan Damai dan Tampan.
 
"Data tersebut masih perlu ditelusuri lagi. Pasalnya, bekas para pengikut Gafatar tinggal di antara dua kecamatan tersebut di atas," tandasnya.
 

Punya Harapan Hidup

Dinas Sosial Provinsi Riau memastikan akan memberikan kegiatan atau pekerjaan terhadap 50 bekas pengikut Gafatar dari dinas-dinas terkait.
 
"Sejak dipulangkan, mereka sudah mengeluh. Mulai tidak ada pekerjaan, sampai tempat tinggal tidak jelas. Kenyataan itu semakin diperparah dengan identitas kependudukan yang tidak jelas pula," ujar Kepala Dinas Sosial Riau, Syarifuddin.
 
Berangkat dari keresahan bekas pengikut Gafatar, Dinsos Riau akan membina mereka di Pekanbaru. Setelah itu mereka akan dipekerjakan melalui kegiatan di beberapa dinas di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, Pertanian, Perikanan.
 
"Mereka bisa diberikan lapangan pekerjaan dari program pemberdayaan dari masing-masing dinas tersebut. Setidaknya itu sangat membantu agar eks Gafatar tetap merasa memiliki masa depan," ucap dia. Grc/Tp/Ir

KOMENTAR