Lurah Sri Meranti Terus Giat Lakukan Safari Posyandu

Senin, 13 Maret 2017 09:33:47 1028
Lurah Sri Meranti Terus Giat Lakukan Safari Posyandu
Lurah Sri Meranti, Abdimas foto bersama usai melaksanakan sosialisasi terkait pencegahan penyakit DBD di Puskesmas RW 08

Rumbai, Inforiau.co  -  Pemuda merupakan penggerak dan juga sebuah tonggak Negara. Namun, satu-satunya yang menjadi sebuah aset Negara ialah anak-anak dan para balita.


Begitulah ungkapan yang sering disebut Lurah Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Abdimas SSTP MSi disetiap kali ia melakukan kunjungan diberbagai Posyandu yang ada di Kelurahannya.


Seperti halnya saat ia melakukan kunjungan atau sering juga disebut dengan kata istilah 'Safari Posyandu' di RW 08 Kelurahan Sri Meranti beberapa waktu lalu.


Dalam safarinya tersebut, selain melakukan kunjungan terkait kelancaran proses pelaksanaan posyandu yang rutin dilaksanakan sekali dalam sebulan, Abdimas juga menyempatkan untuk melakukan sosialisasi terkait pencegahan penyakit DBD.


"Sama-sama kita ketahui bersama, akhir-akhir ini cuaca sering berubah-ubah. Biasanya, dalam keadaan ini juga bisa meningkatkan perkembangan nyamuk Aedes Agapty yang bisa membawa penyakit Demam Berdarah (DBD)," ujar Abdimas.


Kedatangan Abdimas ke Posyandu RW 08 Kelurahan Sri Meranti ini sejatinya sangat disambut baik oleh masyarakat disana, yang pada kesempatan itu didominasi oleh para ibu-ibu RW 08 yang membawa balitanya.


"Pencegahannya bisa dilakukan dengan cara senantiasa, yakni dengan menjaga lingkungan, memperhatikan tempat penampungan air, menabur bubuk abate, dan penggunaan Levitrap di wilayah potensi DBD," terangnya.


Berbagai ibarat dan istilah yang juga disampaikan Abdimas kepada seluruh masyarakat yang hadir pada kesempatan itu, dengan maksud dan tujuan ialah agar kedepannya selalu masyarakat Sri Meranti terdorong untuk lebih peka terhadap lingkungan bersih.


"Coba bayangkan, jika suatu hari nanti para anak-anak, dan para balita yang saat ini kita gendong tiba-tiba mengidap penyakit DBD tersebut, apa kita tidak risau dan takut. Karena kita ketahui juga, bahwasanya penyakit DBD ini juga bisa mengakibatkan kematian," imbuh Abdimas.


"Untuk itu, mari bapak ibu, kita lebih pro aktif lagi untuk memantau dan tanggap terhadap lingkungan kita. Kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Mari kita tumbuhkan sikap lebih baik mencegah daripada mengobati didalam diri kita masing-masing," tukasnya. iin

KOMENTAR