Viral, Panwaslucam Pekanbaru Kota Tegur Emak-emak Senam Prabowo-Sandi di Halaman Masjid

Selasa, 19 Februari 2019 21:46:15 295
Viral, Panwaslucam Pekanbaru Kota Tegur Emak-emak Senam Prabowo-Sandi di Halaman Masjid
Ketua Panwaslucam Pekanbaru Kota, Yandi, saat menjelaskan kronologi tindakan pencegahan pelanggaran pemilu kepada Anggota Bawaslu Kota Pekanbaru, Selasa (19/02)

Mendapat Dukungan dan Apresiasi Bawaslu Kota Pekanbaru

Pekanbaru, Kanalsumatera.com- Bawaslu Kota Pekanbaru menyambangi kantor Panwaslucam Pekanbaru Kota, Selasa (19/02) untuk mengklarifikasi video yang viral di media sosial youtube dan facebook atas teguran komisioner Panwaslucam Pekanbaru Kota terhadap kegiatan senam emak-emak di halaman Masjid Agung Annur Kota Pekanbaru Sabtu kemarin (16/2).

Dalam kunjungan itu dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Pekanbaru, Indra Khalid Nasution, didampingi komisioner Divisi Penyelesaian Sengketa, Yasrif Yakub Tambusai serta Kordiv SDM dan Organisasi, Siti Syamsiah.

Sementara Komisioner Panwaslucam Pekanbaru Kota dihadiri ketuanya Yandi, Kordiv Penindakan Pelanggaran, Fajar Fadli, serta staf dan dihadiri Kordiv Penindakan Pelanggaran Panwaslucam Sukajadi, Abuzar, yang satu dapil dengan Kecamatan Pekanbaru Kota.

Dalam kesempatan itu, Yandi, menjelaskan bahwa saat kejadian tindakan pencegahan pelanggaran pemilu yang sudah viral dan menjadi pro kontra tersebut, pihaknya mendapat laporan bahwa ada senam ibu-ibu sekitar puluhan orang di pelataran atau halaman komplek Masjid Agung Annur Provinsi Riau Kota Pekanbaru, dengan memakai atribut paslon Capres-Cawapres Prabowo- Sandi, serta lagunya juga berisi pesan kampanye dengan visi dan misi.

"Kami mendapat informasi, bahwa ada senam ibu-ibu di halaman Masjid Agung Annur pagi itu memakai atribut paslon capres-cawapres. Sesampai disana didapati benar ibu -ibu tersebut memakai atribut paslon Prabowo Sandi dan musik yang diputar untuk senamnya ada ajakan memilih dan visi-misi paslon tersebut. Melihat dan mendengar hal itu maka kami lakukan teguran sebagai langkah pencegahan," jelas Yandi.

Mendapat teguran dari pihak Panwaslucam, para perempuan yang disebut emak-emak itu bukannya mengindahkan malah menantang dengan mengajak berdebat bahwa mereka tidak melakukan kampanye. Mereka beralasan dan enggan untuk menghentikan kegiatannya. Sempat terjadi adu argumentasi antar keduanya, hingga akhirnya kegiatan dapat dihentikan.

Namun ternyata sebagian dari peserta ada yang merekam adegan pertengkaran mulut tersebut, dan menyebarkannnya melalui media sosial facebook lalu diikuti uupload oleh akun-akun youtube seperti pro contra serta peace 212 sehingga menjadi viral. Tercatat di akun youtube Islam Peace 212 video ini sudah ditonton sampai 231.717 orang selama 4 hari.

Namun persoalan menjadi tambah luas karena upload di media sosial yautube ditambahi dengan narasi, yang menyebutkan seolah-olah pihak yang membubarkan bukan dari pengawas pemilu resmi.

Atas hal ini, Bawaslu Kota Pekanbaru melakukan klarifikasi dan mengunjungi Panwaslucam Pekanbaru Kota. Setelah mengatahui duduk persoalan sebenarnya, Bawaslu Kota Pekanbaru memberikan apresiasi atas kinerja dan inisiatif yang dilakukan Panwaslucam Pekanbaru Kota dalam menegakkan aturan pemilu.

"Kita apresiasi kinerja Panwaslucam Pekanbaru Kota. Meskipun ada pro kontra di lapangan, yang jelas melakukan kegiatan kampanye atau menyebarkan atribut paslon di lingkungan atau didalam kawasan tempat ibadah tidak dibenarkan, siapapun paslon itu. Sebagai langkah pencegahan ini kita apresiasi dan sudah diketahui pimpinan di Bawaslu Riau serta Bawaslu RI," kata Indra Khalid Nasution.asa

KOMENTAR