Elektabilitas Jokowi-Prabowo Turun, Gatot-AHY-Anies Naik

Jumat, 23 Februari 2018 08:44:43
Elektabilitas Jokowi-Prabowo Turun, Gatot-AHY-Anies Naik
Jokowi dan Prabowo pada suatu momen

Jakarta, Inforiau.co - Lembaga Survei Median mengeluarkan hasil survei yang mengejutkan. Dimana, Median menemukan bahwa elektabilitas Jokowi dan Prabowo mengalami penurunan.

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun saat rilis hasil survei Pemilu 2019 di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2018). Di sisi lain, Median menyebut bahwa elektabilitas tokoh alternatif mengalami peningkatan. Hal ini tergambar dari survei Median yang dilakukan pada 1-9 Februari 2018.

Dari pertanyaan jika pemilihan presiden digelar saat ini, para responden yang memilih Jokowi sebesar 35,0 persen. Angka ini turun dibandingkan survei pada Oktober 2017, dimana Jokowi dipilih 36,2 responden.

Menurunnya elektabilitas Jokowi karena permasalahan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Faktor ekonomi ini juga diukur melalui survei. Sementara, responden yang memilih Prabowo sebesar 21,2 persen. Angka ini juga turun dibandingkan survei Oktober 2017 di mana elektabilitas Prabowo 36,2 persen.

"Pak Jokowi dan Prabowo mulai memudar elektabilitasnya," kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun saat merilis hasil surveinya di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Sementara itu, calon presiden alternatif yang menjadi penantang kedua tokoh mengalami peningkatan elektabilitas.
Mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo, kini dipilih oleh 5,5 persen responden, naik dibandingkan Oktober lalu yang hanya 2,8 persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga elektabilitasnya naik tipis dari 4,4 persen ke 4,5 persen. Komandan Satuan Tugas Bersama Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 dari Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), juga mengalami peningkatan elektabilitas dari semula dibawah 1 persen ke 3,3 persen.

“Sejak pensiun dari TNI, Pak Gatot mengalami peningkatan elektabilitas yang cukup signifikan yaitu dari 2,8 persen di bulan Oktober 2017 menjadi 5,5 persen di bulan ini. Sementara Anies Baswedan mengalami sedikit peningkatan dari 4,4 persen menjadi 4,5 persen.” kata Rico.

Dan AHY mengalami peningkatan elektabilitas dari di bawah 1 persen menjadi 3,3 persen karena sekarang dinilai makin matang dan semakin jelas menunjukkan visi serta misi di bidang politik, terang Rico Marbun.

Menurut Median ketiga sosok itu memiliki modal kuat untuk terus mendekati elektabilitas Jokowi dan Prabowo yang sampai sekarang masih terlihat seperti tak tersentuh kandidat lain.

“Gatot Nurmantyo dipilih karena tegas (21,4 persen), berpihak pada umat Islam (14,3 persen), diperlakukan adil dan dipecat mendadak (10,6 persen), bijaksana (7,1 persen), dan memiliki mentalitas menjaga NKRI (7,1 persen). Sementara Anies Baswedan memiliki modal kepribadian baik (18,5 persen), baik kepemimpinannya (13 persen), peduli dan membantu rakyat kecil (11,1 persen), cerdas atau pintar (7,4 persen), dan gagah serta berwibawa (5,6 persen).”

Dan AHY memiliki modal dipilih karena masih muda (17,9 persen), berasal dari militer (10,7 persen), dipengaruhi sosok Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan ayahnya (7,1 persen), sudah terkenal (3,6 persen), dan dianggap bisa menjaga stabilitas keamanan (3,6 persen).

"Suara Jokowi dan Prabowo pindah ke tokoh-tokoh alternatif," ujar Rico.

Rico menilai, data survei ini menunjukkan bahwa pemilih menginginkan tokoh alternatif selain Jokowi dan Prabowo. Menurut dia, hal ini menjadi peringatan, khususnya bagi Jokowi sebagai petahana.

"Ini sudah lampu kuning bagi Jokowi, kalau dibiarkan terus lama-lama bisa lampu merah," kata Rico.

Rico mengatakan, popularitas Jokowi sebagai petahana sulit meningkat karena kinerja pemerintah yang tidak memuaskan publik, khususnya di bidang ekonomi.

Berdasarkan hasil survei, responden menaruh perhatian pada berbagai masalah ekonomi seperti kesenjangan ekonomi, harga kebutuhan pokok yang tinggi, hingga tarif listrik yang tinggi. Kesenjangan ekonomi Indonesia menjadi hal yang paling banyak dikhawatirkan responden (15,6 persen).

Selanjutnya, responden juga mengaku resah dengan harga kebutuhan pokok yang tinggi (13,1 persen) dan tarif listrik yang tinggi (9,7 persen).

"Tema kesulitan ekonomi, tema naiknya barang-barang pokok, tema mahalnya harga listrik itu adalah tema yang konsisten yang publik menganggap Pak Jokowi belum berhasil menyelesaikan masalah itu," ujar Rico.

Rico menyarankan Jokowi melakukan pembenahan di bidang ekonomi agar elektabilitasnya tetap terjaga. Sebab, disaat elektabilitas Jokowi menurun, elektabilitas para penantangnya justru mengalami kenaikan.

Setidaknya, ada tiga tokoh alternatif yang mengalami kenaikan elektabilitas, yakni Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke angka 5,5 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke 4,5 persen dan Komandan Satgas Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ke 3,3 persen.

Populasi dalam survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih. Sampel berjumlah 1000 responden, dengan margin of error kurang lebih 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel dipilih secara random dengan teknik Multi-stage Random Sampling.mt

KOMENTAR