Muhammadiyah Minta Parpol Tobat dari Praktik Politik Transaksional

Kamis, 10 Maret 2016 08:08:48 621
Muhammadiyah Minta Parpol Tobat dari Praktik Politik Transaksional
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Wan Abubakar (tengah) dan Zulmasyah Sekedang (kiri) jadi pembicara pada diskusi politik yang ditaja LHKP PW Muhammadiyah Riau.
Pekanbaru, inforiau.co - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Wan Abu Bakar, mengajak partai politik untuk bertobat dari praktik politik transaksional dalam menyokong kepala daerah.
“Partai Politik bertobatlah dari praktek politik transaksional," ujar Wan Abubakar dalam diskusi bertajuk 'Mencari Sosok Ideal Kepala Daerah Tahun 2017: Pilkada Pekanbaru dan Kampar', yan digelar Lembaga Kajian Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau.
“Partai mengusung calon untuk pemimpin daerah hanya ditentukan oleh elit-elit politik yang berkuasa dan berdasarkan pola pragmatisme," kata Wan.
Mantan gubernur Riau ini juga menyebutkan bahwa syarat untuk menjadi pemimpin ideal dalam perspektif Muhammadiyah yaitu harus amanah dan kredibel. "Pemimpin ideal itu harus amanah dan kredibel," tutur mantan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Riau itu.
Sementara itu, dalam perspektif pers, Zulmasyah Sekedang menyampaikan realitas tren kepemimpinan berbagai daerah hari ini. Mantan aktivis HMI tersebut mengatakan banyak pemimpin daerah yang selalu dipuji-puji media, namun akhirnya berujung di penjara.
Zulmasyah mengakui bahwa media juga berupaya untuk menyokong pemimpin yang memiliki track record yang baik dengan cara mengeskpose profile calon kata Zulmansyah di hadapan puluhan unsur pimpinan Muhammadiyah Riau. IR

KOMENTAR