Berjumpa UAS di Aceh

Rabu, 27 Desember 2017 22:02:01
Berjumpa UAS di Aceh
 
Tapi, seruas jalan rata dan beraspal ini ternyata induk dari semua kengerian itu. Ini adalah jalan ke pengajian di Taman Tengku Sulthanah Syafiatuddun, Banda Aceh. Ini adalah taman luas di tengah kota. Pemerintah Provinsi Nangroe Aceh Darussalam mengadakan Zikir Internasional mengenang 13 tahun tragedi tsunami Selain para ulama dari Thailand, Malaysia, Singapura, dan Filipina, turut hadir ulama dari Yaman serta Habib Novel dari Pulau Jawa. Dan, bintang gemintang di malam itu adalah Ustadz Abdul Somad alias UAS.
 
Ya, UAS hadir disini. Walaupun sebenarnya dari awal tidak terjadwalkan. Pengusiran dia saat hendak berdakwah di Hongkong telah memberi berkah kepada masyarakat Aceh. UAS bisa dihadirkan. Namun kehadiran UAS ini pula yang menyebabkan malam ini sangat crowded. Ratusan ribu jamaah menyemut di sepanjang jalan masuk. Lapangan dan beberapa ruas jalan yang disiapkan untuk parkir tidak cukup. Saya pun, walau pernah duduk selapik dengannya, tapi mendengar ceramahnya memang tak pernah bosan. Apalagi ini jauh di rantau orang.
 
Di lokasi acara, saya bersama tim Inforiau Tigo Banak Jelajah Sumatera ditemani Pimpinan Perusahaan Harian Rakyat Aceh Yudi P Handayana berusaha ingin melihat panggung. Ingat, hanya ingin melihat panggung, bukan mau duduk di depan panggung. Kami harus menyelinap di sebalik ketiak, beradu pundak dan pundak. Sampai akhirnya penerobosan ini menemui jalan buntu. Kami terperangkap dalam kerumunan. Sesak. Tak dapat bergerak. Saya berfikir, lima menit disini bisa kolaps, apalagi kondisi badan belum fix dan Sabrina yang masih kecil.
 
Hampir semua jamaah menyebut nama ustadz yang pernah diusir di Bali dan Hongkong itu. Mereka ingin berjumpa, melihat langsung si pria ceking itu. Ada ratusan ribu jamaah di lapangan. Ada puluhan ribu orang lagi yang tak bisa masuk ke tempat acara dan terdampar di jalan masuk yang hampir satu kilometer.
 
Seramnya ketinggian jalan kecil di Danau Atas Sumatera Barat atau mencekamnya jalan lintas Barus ke Dolok Sanggul, belum secebis sulitnya menembus gelombang jamaah pendukung Abdul Somad. Ketahuilah, sampai pukul 23.00 WIB, jamaah tidak beranjak dari lapangan ini karena UAS memang diseting tampil terakhir.
 
 
Hei Bung... Kalian yang mempersekusi UAS dimanapun, lihat ini bagaimana masyarakat Tanah Rencong mengelu-elukannya. Bagaimana Gubernur Aceh menyiapkan Toyota Alphard khusus BL 1 UAS hanya untuk UAS. Orang seperti inikah yang kalian tuduh teroris? Ustadz seperti inikah yang kalian persekusi? Ustadz seperti inikah yang selalu kalian katakan ahli bid'ah? Gak salah loe. Ir

KOMENTAR