Hotspot Nihil, Camat Rekomendasikan Beli Mesin

Senin, 14 Maret 2016 17:17:05 662
Hotspot Nihil, Camat Rekomendasikan Beli Mesin
Teluk Meranti, inforiau.co - Sebagai Kecamatan yang kerap terjadi kebakaran lahan dan hutan (Karlahut) dan merupakan Daerah yang dipetakan sebagai Daerah rawan Karlahut, Pemerintah Kecamatan Teluk Meranti ekstra keras melakukan pencegahan dan penanggulangan karkahut. Selain memberikan sosialisasi kepada masyarakat, program pembelian mesin pemompa air untuk setiap desa dan Kelurahan juga dilakukan.
"Alhamdulillah untuk hari ini hotspot di Kecamatan Teluk Meranti nihil. Sementara untuk kebakaran lahan di Desa Segamai dan Pulau Muda sudah padam total oleh Tim gabungan dari kepolisian,TNI,BPBPKD,Tagana,aparatur Pemerintahan,perusahaan serta Masyarakat," papar Kiki Syamputra Camat Teluk Meranti kepada awak media Ahad (13/3).
Dikatakan Camat Kiki, bahwa pihak Kecamatan sebelumnya sudah meminta kepada setiap Desa dan kelurahan untuk membeli mesin pompa air guna penanggulangan kebakaran melalui anggran APBDes sekaligus menganggarkan operasional bagi masyarakat yang melakaukan pemadaman.
"Sebagian Desa sudah membeli mesin air seperti pulau muda sudah Ada 3 unit mesin,Segamai 1 unit,Gambut Mutiara 1 unit,petodaan 1 unit,Teluk Binjai 1 unit dan Kuala Panduk 1 unit.Di Teluk Meranti ada 1 Kelurahan dan 8 Desa,sebaagian belum ada mesinnya namun sudah dipesan.Pasalnya stok mesin terbatas dan didatangkan dari Kanada," Jelasnya.
Sementara penganggaran operasional tentunya diharapkan dapat memberi bantuan kepada masyarakat yang sengaja meninggalkan pekerjaannya untuk Melakukan pemadaman kebakaran. " Kalau bentuk institusikan Jelas anggrannya Namun bagi Masyarakat tentu ada operasionalnya," terang Camat.
Dilanjutkan Kiki,saat ini posko penenggulangan bencana pemadaman kebakaran masih berada di Kantor Camat Teluk Meranti. " Kita punya grup. Info kebakaran sehingga bisa melakukan koordinasi dan komunikasi.Kita sangat komit dengan instruksi Bupati Pelalawan dalam pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran," tutupnya. APR

KOMENTAR